MAKALAH
ANALISA
KELAYAKAN PABRIK ES BATU
(Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah AKP)
Dosen
: Abdullah Merjani ST. MT.
Disusun
Oleh :
Kelas
TI Genap A 2011
Nama
: 1. Yudi Setiabudi (11.01.0.036)
2. Susilo (11.01.0.024)
3. Sukardi (11.01.0.058)
4. Satrian Putra (11.01.0.040)
5. Surifto (11.01.0.068)
PROGRAM
STUDI TEKNIK INDUSTRI –S1
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
RIAU KEPULAUAN
2013
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai
tugas mata kuliah Analisa Kelayakan Pabrik.
Kami telah
menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Namun
tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.
Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar lebih baik
lagi dari sebelumnya.
Tak lupa ucapan
terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman atas masukkannya, dorongan dan
ilmu yang telah diberikan kepada kami.
Sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya
dan insya Allah sesuai yang kami harapkan. Dan kami ucapkan terima kasih pula
kepada rekan-rekan dan semua pihak yang terkait dalam penyusunan makalah ini.
Pada dasarnya makalah
yang kami sajikan ini khusus mengupas tentang Analisa Kelayakan Pabrik Es Batu.
Untuk lebih jelas simak pembahasannya dalam makalah ini.
Mudah-mudahan
makalah ini bisa memberikan sumbang pemikiran sekaligus pengetahuan bagi kita
semuanya. Amin.
Hormat Kami,
Penyusun
ANALISA
KELAYAKAN PABRIK ES BATU
1.1 Latar Belakang Masalah
Pabrik es adalah
suatu unit produksi untuk membuat dan menghasilkan es dalam bentuk es balok
ataupun flake ice sebagai bahan pembantu untuk mendinginkan hasil perikanan
dalam rangka mempertahankan mutu ikan ataupun digunakan untuk mendinginkan
minuman dan juga buah-buahan agar tetap segar.
Pekerjaan
pembangunan pabrik es terdiri dari pekerjaan sipil yaitu bangunan pabrik dan
pekerjaan mekanikal yaitu instalasi unit refrigerasi atau unit pendingin dimana
dalam unit ini terjadi proses pendinginan/pembekuan bahan baku air menjadi es.
Adapun komponen yang di instal ini antara lain adalah compressor,
condensor, receiver, evaporator (verdamper), brine tank (bak air garam),
suction trap, accumulator, oil separator, agitator, control valve dan instalasi
listrik sebagai sumber tenaga untuk menggerakan unit pendingin tersebut.
Secara
teknis, jika seluruh komponen yang di instal ini tidak sesuai dengan
kapasitas yang telah ditentukan (salah perhitungan), maka proses pembekuan air
menjadi es tidak tercapai atau proses pembekuannya memerlukan waktu yang cukup
lama sehingga tidak efisien, oleh karena itu; penentuan, perhitungan dan
pemeriksaan spesifikasi teknis dari komponen – komponen tersebut menjadi sangat
penting. Jika tidak, maka hasil yang diperoleh bukannya air beku (es) tapi
hanya air dingin yang tidak mempunyai nilai jual.
Proses
pendinginan ini terjadi pada saat freon atau amonia (refrigerant)
disirkulasikan oleh compressor keseluruh komponen dengan
tekanan tinggi dan pada saat masuk ke evaporator (verdamper) melalui
katup ekspansi (expantion valve) terjadi proses penurunan tekanan &
temperatur (yang disebut proses pendinginan). Melalui verdamperini,
air garam dalam brine tank didinginkan hingga mencapai suhu – 15° C atau
lebih rendah lagi sehingga dapat membekukan air dalam ice can (cetakan
es) yang direndam dalam brine tank tersebut.
Secara
ekonomis, dalam perhitungan biaya operasional pabrik es, komponen biaya yang cukup
menentukan adalah komponen biaya untuk tenaga listrik (PLN atauGenerator
Set) sebagai tenaga penggerak unit pendingin tersebut. Penentuan atau
pemilihan penggunaan sumber tenaga listrik tersebut harus hati-hati karena
dampaknya cukup berarti, sebagai contoh; jika menggunakan PLN sebagai sumber
tenaga listrik akan ada penghematan biaya operasional sekitar 30 % dibanding
menggunakan Generator Set.
Petunjuk
Teknis (Juknis) Pembangunan Unit Usaha Pabrik Es ini diharapkan dapat
menjadi “acuan” dalam membangun suatu unit usaha pabrik es karena
kekeliruan dalam menentukan Spesifikasi Teknis setelah persyaratan lain
terpenuhi akan mempunyai dampak yang sangat merugikan baik secara Teknis
Operasional maupun Secara
Ekonomi.
Petunjuk
Teknis (Juknis) ini dilengkapi (lampiran) dengan contoh spesifikasi teknis
Pabrik Es Kapasitas 10 ton/hari, 15 ton/hari dan 30 ton/hari Lay out Pabrik es
dan Gambar Komponen.
1.2 Tujuan
Petunjuk teknis ini disusun bertujuan untuk:
1. Sebagai acuan dalam rangka
pembangunan unit usaha pabrik es;
2. Menunjang ketersediaan es secara
memadai bagi kegiatan penanganan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
1.3
Persyaratan Umum
1.3.1
Lokasi
Dalam
menentukan lokasi pembangunan pabrik es, harus diperhatikan keberadaan sumber
air tawar sebagai bahan baku utama termasuk kapasitas dan kualitas, luas lahan
(idealnya minimal 1,5 kali luas bangunan pabrik), kemudahan transportasi dan
lokasi penjualan es relative tidak terlalu jauh.
1.3.2
Status Lahan
Lahan merupakan milik pemerintah daerah dengan
status lahan tidak bermasalah (clear and
clean) dengan status hokum jelas atau
diperkuat dengan surat Bupati / Walikota.
1.3.3
Kelembagaan
Pengelola
Mekanisme
pengelolaan didasarkan atas kesepakatan masyarakat/ kelompok sasaran yang
difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi berkoordinasi dengan
Dinas Kabupaten/Kota yang menangani kelautan dan perikanan. Bentuk kelembagaan
pengelola dapat berupa koperasi/kelompok masyarakat/unit usaha lain yang
disepakati bersama.
1.4
Persyaratan Teknis
1.4.1
Bangunan
Pabrik
1. Usahakan bangunan pabrik 90 %
tertutup rapat, sirkulasi udara cukup dan hindari sinar matahari masuk ke dalam
unit secara langsung.
2. Dinding bangunan sebaiknya terbuat
dari dinding tembok bukan kayu atau bahan baku lain, hal ini maksudnya
untuk menahan panas sinar matahari yang dapat mengurangi efek pendinginan.
3. Ruang mesin usahakan sejajar dengan
ruang produksi & ruang bongkar es agar lebih efisien;
1.4.2
Sumber Air
sebagai bahan baku
Air sebagai bahan baku utama sangat menentukan kelangsungan pabrik
es, oleh karena itu keberadaan sumber air menjadi sangat penting. Air sebagai
bahan baku harus memenuhi persyaratan SNI 01-4872.1-2006 tentang Es untuk
penanganan ikan Es untuk penanganan ikan.
Sumber air
sebagai bahan baku yang digunakan untuk pembuatan es dapat berasal dari:
- Mata air;
1. Sumur bor;
2. Perusahaan Air Minum (PAM/PAMD);
3. Air sungai yang telah ditreatment
sehingga memenuhi persyaratan.
Adapun kapasitas sumber air yang diperlukan adalah
minimal 1,5 kali dari kapasitas pabrik es, misalnya kapasitas pabrik es 10 ton/hari
maka kapasitas sumber air idealnya minimal 15 ton/hari;
1.4.3
Sumber
Tenaga Listrik
Sumber
tenaga listrik untuk menggerakan unit pendingin atau pabrik es adalah tenaga
listrik PLN atau generator set (genset). Dalam menentukan pilihan ini
harus cermat, pertimbangkan sisi efisiensinya baik secara teknis maupun
ekonomis.
a. Tenaga Listrik PLN
a.1 Keuntungan;
·
adanya
penghematan biaya operasional sekitar 30 %;
·
tidak
memerlukan biaya perawatan mesin;
·
jika
diperlukan, dalam 1 (satu) tahun pabrik bisa operasional penuh, karena tidak
perlu ada perawatan rutin genset seperti overhaul mesin dan lainnya;
a.2 Kelemahannya adalah jika listrik
mati mengganggu produksi, namun demikian hal ini bisa diatasi
dengan menggunakan genset kapasitas kecil atau sekitar 22 kva (jika listrik
mati rata-rata > 3 jam) dan genset ini diperlukan
hanya untuk menggerakan agitator, agar air garam dalam brine
tank (bak air garam) tetap berputar (sirkulasi) untuk menstabilkan
suhu air garam, menggerakkan derek (hoist), jika pada saat sedang
bongkar es tiba-tiba listrik mati;
b. Generator Set (genset)
1). Keuntungannya terhindar
dari mati listrik secara tiba-tiba jika genset tersebut dalam keadaan
masih baik;
2). Kelemahannya ;
- biaya operasional lebih tinggi sekitar 30 % dibanding dengan sumber tenaga listrik dari PLN;
- perlu biaya perawatan dan jika terjadi kerusakan akan mengurangi produktivitas kerja;
- perlu biaya overhaul yang rutin setiap tahun (hal ini akan mengurangi waktu produksi);
- jika usia genset tersebut sudah diatas 3 tahun akan sering mengalami perbaikan (hal ini terjadi jika perawatannya kurang cermat);
1.5 Spesifikasi Teknis
Penentuan atau pemeriksaan
Spesifikasi Teknis perlu mendapat perhatian ekstra karena kalau komponen –
komponen unit pendingin tersebut (refrigeration unit) tidak standar, maka dalam
operasionalnya akan sering mengalami gangguan, seperti efek pendinginan kurang,
terjadi kebocoran refrigerant dan adanya kerusakan – kerusakan kecil yang
dampaknya akan meluas dan pada akhirnya unit tersebut baik secara teknis maupun
ekonomis menjadi kurang efisien atau kurang menguntungkan. Untuk itu
disampaikan spesifikasi teknis pabrik es menurut kapasitas produksi sebagai
berikut.
- Lay Out (Tata Letak)
Untuk kelancaran refrigerator kegiatan produksi es,
letak unit produksi diatur sedemikian rupa agar berjalan lancar dan efisien.
Contoh tata letak pabrik es seperti pada gambar berikut:
Ice Storage atau gudang es diperlukan agar kontinuitas
produksi tidak terganggu akibat daya serap pasar kurang. Pada musim ikan
kebutuhan es cukup tinggi namun sebaliknya jika tidak musim ikan, pada saat
itulah diperlukan gudang untuk menyimpan es.
Ice storage ini dirancang dengan suhu ruangan –
5° C sehingga perlu dilengkapi dengan unit pendingin (refrigeration unit)
agar es ini tidak mencair, adapun kapasitas ice storageini idealnya
3 (tiga) kali kapasitas pabrik es.
- Analisa Usaha Pabrik Es
Sebagai gambaran untuk menganalisis suatu unit usaha
pabrik es dapat dilihat dalam analisa usaha pabrik es berikut ini;
Jumlah investasi dari dana pemerintah sebesar
Rp. 1,5 M diluar pembebasan lahan dan pengadaan air.
Analisa Usaha Pabrik Es Kapasitas 10
ton/hari
No
|
Uraian
|
Volume
|
Biaya
Satuan
(Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
A.
|
Biaya Operasional Per Bulan
|
|||
1.
|
Biaya listrik 105 KVA
|
1 bulan
|
21.000.000
|
21.000.000
|
2.
|
Oli Compressor (kompein 68)
|
10 liter
|
15.000
|
150.000
|
3.
|
Garam
|
500 Kg
|
1.000
|
500.000
|
4.
|
Gaji karyawan;
|
|||
- Tenaga administrasi
|
1 Orang
|
1.000.000
|
1.000.000
|
|
- Teknisi
|
1 Orang
|
1.000.000
|
1.000.000
|
|
- Operator
|
4 Orang
|
750.000
|
3.000.000
|
|
5.
|
Uang makan
|
180
org/bln
|
15.000
|
2.700.000
|
6.
|
Lain – lain
|
1 Bulan
|
500.000
|
500.000
|
JUMLAH
|
29.850.000
|
|||
B.
|
Biaya Operasional Pabrik es untuk produksi 6.000
balok/bulan sebesar Rp. 29.850.000Sehingga dapat dihitung Biaya Produksi per
balok es sebesar Rp. 4.975,-
|
|||
C.
|
Penjualan-
Jika Harga per balok Rp.
10.000- Keuntungan per
balok Rp. 10.000 – Rp. 4.975 = Rp. 5.025
|
|||
D.
|
Keuntungan
|
|||
- Per Hari
|
180 balok
|
5.025
|
904.500
|
|
- Per bulan
|
5.400
balok
|
5.025
|
27.135.000
|
|
- Per Tahun (11 bulan)
|
11 bulan
|
27.135.000
|
298.485.000
|
|
E.
|
Biaya perawatan/ over haul mesin
|
1 tahun
|
25.000.000
|
25.000.000
|
F.
|
Keuntungan bersih per tahun Rp. 273.485.000
|
|||
G.
|
Nilai Investasi Pemerintah sebesar Rp. 1.500.000.000
|
|||
H.
|
Break Even Point (BEP) dalam waktu 5,4 tahun
|
|||
SPESIFIKASI TEKNIS PABRIK ES
KAPASITAS 10 TON/HARI
- Compressor
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Kapasitas Pendinginan
: 68.700 Kcal/hr
-
Evaporation
Temp.
: – 15 0 C
-
Condensing Temp.
: 38 0 C
-
Speed
: 1100 Rpm
Electro Motor
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Model
: Taco, tottaly enclosed, squired cage
-
Daya
: 37 KW, 380 V, 3 Phase, 4 P
-
Speed
: 1450 Rpm
Valve Control
-
Stop
valve
: MGO 15 A, 20A, 32 A, 65 A & 80 A
-
Solenoid
valve
: 30 MVL1 15A, 220 V, 50 HZ
-
Expantion
valve
: MEO 15A
-
Float
Switch
: Mycom 65 RK
-
Pressure
gauge
: BU 100 D x 1,5 & 2,0 Mpa
-
Safety
valve
: SVS 15A 19,5 & 9,5 kg/cm
-
Check valve horizontal
: CK – 40 FG
Brine Tank (bak air gram)
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Ukuran
: 6,0 m x 4,0 m x 1,25 m
-
Kapasitas
: 208 es balok @ 50 kg atau 10 ton
-
Bahan
: plat kapal tebal 6 mm
-
Insulasi
: Styrofoam tebal 10 cm
-
Konstruksi
: Las listrik dan cat anti corrosive
Brine Cooling Coil (verdamper)
-
Jumlah
: 1 (satu) set
-
Cooling surface
area
: 240 m2
-
Diameter
pipa
: 32 mm (11/4 “)
-
Diameter pipa
Header
: 125 mm (4 “)
-
Bahan
: Pipa seamless carbon steel SCH 40
-
Konstruksi
: Las listrik dan cat anti corrosive,manifold dan oil drain
1. Shell dan Tube Condensor
-
Jumlah
: 1 (satu) set
-
Cooling surface
area
: 240 m2
-
Suhu air
masuk
: 33 0 C
-
Suhu air keluar
: 37 0 C
-
Suhu
kondensasi
: 40 0 C
-
Bahan
: Pipa seamless carbon steel SCH 40
-
Konstruksi
: Las listrik
Suction Trap
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Diameter
shell
: 457,2 & 254 mm
-
Panjang
shell
: 1200 mm & 1100 mm
-
Tebal Plat
shell
: 10 mm
-
Konstruksi
: las listrik, cat anti corrosive,
- Receiver
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Diameter
shell
: 508 mm atau 20 “
-
Panjang
shell
: 3.000 mm
-
Tebal Plat
shell
: 10 mm
-
Konstruksi
: las listrik, cat anti corrosive, safety valve sight glass,top coating finish
& bracket
Oil Separator
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Diameter
shell
: 318,6 mm atau 14 “
-
Panjang
: 1.000 mm
-
Tebal
: 10 mm
-
Konstruksi
: las listrik, cat anti corrosive, safety valve sight glass,top coating finish
& bracket
Accumulator
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Diameter
shell
: 318,6 mm
-
Panjang
: 1.000 mm
-
Tebal
: 10 mm
-
Konstruksi
: las listrik, cat anti corrosive, safety valve sight glass,
top coating finish & bracket
NH3
piping
: Seamless ½”,3/4”,1”,2,5” & 3”
Ice Can Standart Square (empat
persegi)
-
Jumlah
: 208 unit
-
Kapasitas
: 50 Kg
-
Ukuran
atas
: 260 mm x 260 mm
-
Ukuran
bawah
: 240 mm x 240 mm
-
Tinggi
: 1.150 mm
-
Tebal plat
: 2 mm
Ice can
Frame
: 16 unit
Ice can Filler
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Panjang
: 6.000 mm
-
Tebal
plat
: 4 mm
-
Jumlah Pipa
Pengisian :
13 buah
-
Diameter pipa pengisian : 32 mm (1 ¼
“)
Verical Brine Agitator
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Daya
: 5,5 KW
Overhead Crane (Derek)
Dirancang menggunakan konstruksi baja (I-Beam) untuk
menggantung 1 (satu) set elektrikal chain hoist dengan kapasitas 1 (satu) ton.
Fiberglass Cooling Tower
-
Jumlah
: 1 (satu) unit
-
Type
: LIANG CHI, LCT – 150
-
Inlet
Pipe
: 150 mm
-
Outlet
Pipe
: 150 mm
-
Inlet/ outlet temperatur :
37 0 C/32 0 C
Brine Tank Wooden Cover
Terbuat dari papan kayu tebal 4 – 5 cm, lengkap dengan
3 (tiga) buah lifting point.
Komponen Control
Panel
: Telemekanik Ex. Eropa
Sumber: Direktorat pengolahan Hasil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar